Tata Cara Penulisan Agar Sitasi Bisa Terdeteksi Dalam Bibliografi (Daftar Pustaka)

Bagi para calon pemakalah, jika anda mengalami kesulitan dalam mengisi data artikel bisa masuk ke group SNKPK-UNNES di facebook. Contoh, penulisan sitasi yang tidak terdeteksi sebagai sitasi sehingga tidak bisa melengkapi bibliografi (Daftar Pustaka) seperti cuplikans di bawah ini.

Magdalena et al. (2014) pada penelitiannya juga menyimpulkan bahwa tidak ada pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan Inquiry terhadap prestasi belajar siswa serta tidak ada pengaruh kreativitas verbal terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok hukum dasar kimia. Hasil penelitian yang sama juga diungkapkan oleh Serfanda et al. (2014) yang menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan model PBL dan Inquirysebab sesuai dengan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, model problem based learningdan Inquiry merupakan model pembelajaran yang dirujuk dalam Kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatanscientific learning dan pembelajaran yang berpusat pada siswa atau student centered. Namun, meskipun dari uji hipotesis menunjukkan tidak ada perbedaan hasil belajar antara kedua kelas, kelas model pembelajaran Inquirymemberikan hasil yang lebih tinggi daripada kelas model problem based learning.

Dalam cuplikan artikel ini, mengapa Magdalena et al (2014) tudak bisa masuk dalam bibliografi? Hal ini disebabkan karena penukiisan sitasi yang tidak mengacu pada standar penulisan sitasi. Kesalahannya adalah sebagai berikut.

  1. Penulisan et al yang benar adalah et. al. (kurang titik)
  2. Setelah nama seharusnya ada tanda baca koma ( , )
  3. Setelah et. al. seharusnya ada tanda baca koma ( , )
  4. Yang dalam kurung bukan hanya tahun tetapi lengkap 

Jadi penulisan yang benar seharusnya (Magdalena, et. al., 2014) bukan Magdalena et al (2014);